10 Hewan Pemakan Serangga yang Bisa Dipelihara di Pekarangan, Ampuh Usir Hama

2 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Populasi serangga di sekitar rumah kerap meningkat saat musim hujan tiba, mulai dari nyamuk hingga ulat yang merusak tanaman. Kondisi ini membuat banyak pemilik rumah mencari solusi alami, salah satunya dengan memelihara hewan pemakan serangga. Cara ini dinilai lebih ramah lingkungan dibanding menyemprotkan insektisida secara rutin ke area pekarangan.

Sayangnya, tidak semua hewan pemakan serangga cocok dilepas bebas di halaman rumah. Sebagian memerlukan kandang khusus dengan pengaturan suhu dan kelembapan tertentu, sementara sebagian lain justru terbiasa mencari makan sendiri di lahan terbuka tanpa perlu perawatan rumit.

Perbedaan karakter itu penting diketahui sebelum memutuskan memelihara hewan pemakan serangga di rumah. Berikut ini adalah sepuluh pilihan yang bisa dipertimbangkan,dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (2/9/2026).

1. Ayam

Ayam menjadi pilihan paling umum bagi pemilik rumah yang ingin memelihara hewan pemakan serangga di pekarangan. Unggas ini terbiasa berkeliaran mencari makan sendiri, termasuk memburu belalang, jangkrik, ulat, dan rayap yang muncul di sela rerumputan, tanaman hias, maupun area sekitar dapur rumah setiap pagi dan sore hari.

Selain memangsa serangga, ayam tetap membutuhkan pakan pokok berupa dedak, jagung, atau sisa sayuran dapur agar pertumbuhannya tetap terjaga dengan baik sepanjang masa pemeliharaan. Kandang sederhana yang dilengkapi area umbaran menjadi kebutuhan dasar sebelum memutuskan memelihara ayam di lingkungan rumah secara rutin dan berkelanjutan.

Perawatan ayam tergolong tidak rumit dibanding jenis unggas lain yang juga tergolong hewan pemakan serangga di pekarangan rumah. Pemilik hanya perlu memastikan kebersihan kandang terjaga dan area umbaran cukup luas agar ayam leluasa berkeliaran mencari serangga di sekitar pekarangan setiap harinya.

2. Entok

Entok merupakan unggas air yang juga dikenal rajin memburu serangga di area pekarangan rumah, menjadikannya salah satu hewan pemakan serangga yang cukup diandalkan. Selain serangga, entok memakan cacing dan siput yang sering muncul di tanah lembap sekitar tanaman hias maupun sayuran yang ditanam di pekarangan.

Ukuran tubuh entok yang cukup besar membuat hewan ini membutuhkan lahan yang lebih luas dibanding ayam pada umumnya untuk bergerak leluasa dan mencari makan sepanjang hari. Kandang dengan akses ke area berair turut disarankan karena entok tergolong unggas semi akuatik yang senang berendam sesekali di sela aktivitasnya.

Kebiasaan entok mengorek tanah saat mencari makan bisa dimanfaatkan pemilik rumah untuk membersihkan hama yang bersembunyi di sela tanaman pekarangan secara alami. Meski demikian, kebiasaan mengorek ini tetap perlu diawasi agar tidak sampai merusak akar tanaman muda yang belum kokoh berdiri di dalam tanah.

3. Bebek

Bebek turut masuk dalam daftar hewan pemakan serangga yang biasa dipelihara di pekarangan rumah, terutama di kawasan dengan lahan cukup lapang dan berair. Selain pakan utama berupa dedak, bebek memangsa serangga, cacing, dan hewan kecil lain yang ditemukan saat mengorek tanah basah di sekitar rumah.

Pemeliharaan bebek memerlukan area yang cukup luas serta akses ke sumber air seperti kolam kecil atau parit buatan di sekitar rumah setiap harinya. Kebutuhan ini membuat bebek lebih cocok dipelihara di pekarangan berukuran sedang hingga besar dibanding lahan sempit yang minim ruang gerak.

Kotoran bebek yang dihasilkan dalam jumlah cukup banyak perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan bau tidak sedap di sekitar rumah dan lingkungan sekitarnya. Pembersihan kandang secara berkala menjadi kunci utama menjaga kenyamanan lingkungan rumah sekaligus kesehatan bebek yang dipelihara sehari-hari.

4. Ayam Kate

Ayam kate menjadi alternatif menarik bagi pemilik rumah dengan lahan terbatas namun tetap ingin memelihara hewan pemakan serangga di pekarangan. Tubuhnya yang kecil membuat ayam kate tidak memerlukan area umbaran seluas ayam kampung biasa, sehingga cocok untuk rumah dengan halaman sempit.

Meski berukuran mungil, ayam kate tetap memiliki kebiasaan mencari jangkrik, belalang, dan ulat di sela tanaman pekarangan setiap hari tanpa henti. Kebiasaan berburu ini membuat ayam kate tetap efektif menekan populasi serangga di sekitar rumah meski jumlah yang dipelihara terbilang sedikit.

Perawatan ayam kate umumnya lebih ringkas dibanding ayam berukuran besar karena kebutuhan pakan dan ruang geraknya lebih kecil dan sederhana untuk dikelola. Kandang kecil dengan area bermain terbatas sudah cukup untuk menunjang aktivitas hariannya mencari serangga di sekitar pekarangan rumah setiap hari.

5. Puyuh

Puyuh dikenal sebagai unggas kecil yang dapat diberi serangga seperti jangkrik atau ulat sebagai pakan tambahan selain pakan bijian utamanya sehari-hari. Berbeda dari ayam dan bebek, puyuh lebih tepat dipelihara dalam kandang tertutup dibanding dilepas bebas berkeliaran di pekarangan rumah.

Kandang puyuh yang relatif ringkas membuat hewan ini cocok dipelihara oleh pemilik rumah dengan lahan sempit sekalipun tanpa halaman luas di sekitarnya. Pemberian pakan tambahan berupa serangga biasanya dilakukan secara berkala, bukan sebagai sumber pakan utama yang menopang kebutuhan hariannya.

Pengelolaan kandang puyuh memerlukan perhatian pada sirkulasi udara dan kepadatan populasi di dalamnya agar pertumbuhan tetap optimal dan terkendali sepanjang masa pemeliharaan. Kondisi kandang yang terlalu padat berpotensi memicu stres pada puyuh dan menurunkan produktivitasnya secara signifikan dari waktu ke waktu.

6. Tokek

Tokek termasuk hewan pemakan serangga dengan kemampuan berburu yang kuat, terutama untuk nyamuk dan kecoa kecil di sekitar rumah pada malam hari. Selain mangsa alami yang didapat sendiri, tokek peliharaan dapat diberi jangkrik, kecoa dubia, atau belalang sebagai pakan tambahan secara rutin dan terjadwal.

Berbeda dari unggas pekarangan yang bebas berkeliaran, tokek lebih cocok dipelihara dalam kandang khusus dibanding dilepas bebas di halaman rumah secara langsung tanpa pengawasan sama sekali. Kandang tersebut perlu dilengkapi tempat bersembunyi serta pengaturan kelembapan yang sesuai dengan kebiasaan alaminya sehari-hari.

Kemampuan tokek menempel di permukaan vertikal membuatnya efektif memburu serangga di sudut-sudut sempit rumah yang sulit dijangkau oleh hewan lain sekalipun. Kondisi ini menjadikan tokek sebagai salah satu hewan pemakan serangga yang cukup diminati di lingkungan perkotaan padat penduduk saat ini.

7. Bunglon Peliharaan

Bunglon peliharaan menjadi pilihan hewan pemakan serangga bagi penghobi reptil yang menginginkan hewan dengan penampilan unik dan warna khas yang bisa berubah. Serangga seperti jangkrik dan belalang menjadi menu utama yang biasa diberikan kepada bunglon peliharaan secara terjadwal dan terukur.

Pemeliharaan bunglon memerlukan kandang khusus dengan pengaturan pencahayaan, kelembapan, dan suhu yang stabil sepanjang hari agar kesehatannya tetap terjaga dengan baik. Kebutuhan ini membuat bunglon tidak dapat dilepas bebas di pekarangan seperti unggas pada umumnya yang lebih mandiri mencari makan.

Sensitivitas bunglon terhadap perubahan lingkungan menuntut perhatian ekstra dari pemiliknya dibanding hewan pemakan serangga jenis unggas yang jauh lebih adaptif terhadap cuaca. Pemantauan kondisi kandang secara rutin diperlukan agar bunglon tetap sehat dan aktif berburu serangga yang diberikan setiap harinya.

8. Leopard Gecko

Leopard gecko dikenal sebagai reptil kecil yang populer di kalangan penghobi hewan peliharaan pemakan serangga di berbagai kota besar saat ini dan semakin diminati. Menu utamanya terdiri atas jangkrik, mealworm, dan jenis serangga pakan lain yang mudah ditemukan di toko reptil terdekat.

Ukuran tubuhnya yang kecil membuat leopard gecko tidak membutuhkan kandang berukuran besar seperti reptil lain yang bertubuh lebih besar dan aktif. Kandang tertutup dengan substrat khusus tetap menjadi pilihan yang lebih tepat dibanding melepasnya di area pekarangan terbuka begitu saja.

Kebiasaan leopard gecko yang aktif pada malam hari membuat hewan ini jarang terlihat berburu serangga di siang hari yang terik. Pemilik perlu menyesuaikan jadwal pemberian pakan dengan pola aktivitas nokturnal tersebut agar leopard gecko tetap sehat, aktif, dan tidak stres.

9. Bearded Dragon

Bearded dragon merupakan reptil peliharaan yang turut memakan serangga seperti jangkrik dan kecoa dubia selain makanan nabati dalam menu hariannya yang cukup beragam. Kombinasi pakan hewani dan nabati ini membuat bearded dragon tergolong reptil omnivora yang cukup fleksibel soal menu makan sehari-hari.

Perawatan bearded dragon membutuhkan kandang dengan pengaturan suhu yang tepat, termasuk area basking untuk berjemur setiap hari agar metabolismenya berjalan dengan baik dan stabil. Kebutuhan teknis ini membuat bearded dragon lebih tepat dipelihara di dalam rumah dibanding dilepas bebas di pekarangan terbuka.

Meski memiliki kebiasaan memakan serangga, bearded dragon tetap memerlukan variasi sayuran dalam menu hariannya agar asupan nutrisinya tetap seimbang dan tercukupi. Kombinasi pakan serangga dan sayuran ini penting dijaga agar pertumbuhan bearded dragon tetap optimal sepanjang masa pemeliharaannya di rumah.

10. Katak Peliharaan

Katak peliharaan turut menjadi bagian dari daftar hewan pemakan serangga yang diminati sebagai hewan eksotis oleh sebagian penghobi reptil dan amfibi. Jangkrik dan serangga kecil lain biasa menjadi menu utama yang diberikan kepada katak peliharaan jenis tertentu secara rutin dan terukur.

Kebutuhan habitat katak peliharaan tergolong spesifik, mulai dari kelembapan tinggi hingga suhu yang stabil sepanjang hari tanpa banyak perubahan mendadak yang bisa mengganggu. Kondisi ini membuat katak lebih tepat dipelihara dalam enclosure khusus dibanding pekarangan terbuka yang kondisinya sulit dikendalikan secara konsisten.

Pemantauan kualitas air dan kebersihan enclosure menjadi kunci utama menjaga kesehatan katak peliharaan dari waktu ke waktu secara berkelanjutan dan teratur setiap harinya. Kelalaian dalam perawatan dapat memicu masalah kulit maupun infeksi pada katak yang dipelihara di lingkungan rumah sehari-hari.

Pertanyaan Seputar Hewan Pemakan Serangga

Apa saja hewan pemakan serangga yang aman dilepas bebas di pekarangan? Ayam, ayam kate, entok, dan bebek termasuk hewan pemakan serangga yang aman dilepas bebas di pekarangan karena terbiasa mencari makan sendiri tanpa memerlukan kandang khusus.

Apakah tokek termasuk hewan pemakan serangga yang bisa dipelihara di rumah? Tokek termasuk hewan pemakan serangga yang efektif mengurangi nyamuk dan kecoa, namun pemeliharaannya lebih cocok menggunakan kandang khusus dibanding dilepas bebas di pekarangan.

Apa perbedaan unggas pemakan serangga dengan reptil pemakan serangga? Unggas seperti ayam dan bebek mencari serangga sendiri saat berkeliaran, sedangkan reptil seperti leopard gecko dan bearded dragon membutuhkan serangga yang diberikan terjadwal di dalam kandang.

Apakah puyuh cocok dipelihara sebagai hewan pemakan serangga di pekarangan? Puyuh lebih tepat dipelihara dalam kandang ringkas dibanding dilepas bebas di pekarangan, meski tetap dapat diberi jangkrik sebagai pakan tambahan.

Apa manfaat memelihara hewan pemakan serangga di rumah? Memelihara hewan pemakan serangga membantu menekan populasi serangga pengganggu seperti nyamuk, belalang, dan ulat secara alami tanpa bergantung pada insektisida kimia.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |