Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran ular di lingkungan rumah kerap memicu kepanikan, terutama bagi hunian yang berdekatan dengan area persawahan, kebun, atau lahan kosong. Kasus ular masuk rumah bukan lagi kejadian langka, melainkan risiko nyata yang semakin meningkat di berbagai daerah di Indonesia. Data menunjukkan peningkatan signifikan laporan ular masuk rumah di beberapa kota.
Sebagai contoh, Denpasar mencatat lebih dari 480 laporan ular masuk rumah hanya dalam kurun Januari–Oktober 2024. Sementara itu, di Bojonegoro, Jawa Timur, Damkarmat menerima 427 laporan evakuasi ular hanya dalam enam bulan pertama tahun 2025. Angka-angka ini menunjukkan urgensi untuk memahami dan mengantisipasi keberadaan reptil melata ini.
Ular sawah, seperti ular tikus dan ular jali, umumnya masuk ke area pemukiman untuk mencari mangsa seperti tikus atau katak, atau berlindung dari perubahan cuaca ekstrem. Mengenali ciri-ciri ada ular sawah di pekarangan rumah sejak dini menjadi sangat penting untuk mencegah risiko bahaya dan mengambil tindakan yang tepat. Berikut tanda-tanda kehadiran ular, alasan mereka masuk rumah, serta langkah-langkah pencegahan yang efektif, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (16/12/2025).
1. Kulit Ular yang Mengelupas Tertinggal
Penemuan sisa kulit ular yang mengelupas, kering, dan utuh menyerupai bentuk tubuh ular adalah indikator kuat keberadaan reptil ini. Kulit ini sering ditemukan di sudut gelap, gudang, kolong rumah, atau di antara tumpukan barang yang jarang tersentuh. Jika Anda menemukan tanda ini, waspadalah.
Ini adalah tanda pasti bahwa ular telah berganti kulit, sebuah proses alami yang terjadi 4–12 kali dalam setahun. Penemuan kulit ini menandakan bahwa ular mungkin telah tinggal cukup lama di area tersebut dan menjadikannya tempat yang nyaman untuk proses pergantian kulit. Ini adalah ciri-ciri ada ular sawah di pekarangan rumah yang paling jelas dan tidak ambigu.
Jangan menyentuh kulit ular secara langsung. Gunakan sarung tangan atau alat bantu untuk membuangnya dengan hati-hati. Setelah itu, periksa area sekitar untuk mencari tanda-tanda keberadaan ular lainnya, karena kulit yang tertinggal menandakan ular masih berada di dekatnya.
2. Jejak Melata Berpola Khas di Tanah
Perhatikan adanya pola garis bergelombang atau zig-zag menyerupai huruf 'S' di tanah lembap, berdebu, atau di pasir di pekarangan rumah Anda. Jejak ini bisa menjadi petunjuk penting aktivitas ular di sekitar hunian Anda. Pola jejak ini seringkali terlihat jelas setelah hujan atau di pagi hari.
Jejak ini menunjukkan bahwa ular telah aktif bergerak di area tersebut, kemungkinan besar pada malam atau dini hari saat kondisi lebih sepi dan lembap. Ular cenderung menghindari aktivitas di siang hari yang terik, sehingga jejak ini seringkali menjadi satu-satunya petunjuk visual.
Amati pola jejak untuk memperkirakan arah pergerakan ular dan kemungkinan lokasi persembunyiannya. Informasi ini bisa menjadi petunjuk penting dalam mengidentifikasi area yang perlu diwaspadai dan diperiksa lebih lanjut.
3. Sarang atau Lubang Persembunyian
Adanya lubang di tanggul sawah, tumpukan jerami, tumpukan daun kering, kompos, atau celah di bawah fondasi rumah yang terlihat seperti tempat berlindung perlu diwaspadai. Lokasi-lokasi ini sangat disukai ular sebagai tempat bersembunyi. Periksa area-area tersebut secara berkala.
Ular mungkin sedang mencari tempat bertelur, bersarang, atau sekadar berlindung dari predator dan cuaca ekstrem. Lingkungan yang lembap dan gelap sangat ideal bagi ular untuk berkembang biak atau beristirahat. Oleh karena itu, penemuan sarang atau lubang ini adalah ciri-ciri ada ular sawah di pekarangan rumah yang harus diwaspadai.
Jangan pernah memasukkan tangan atau alat ke dalam lubang atau tumpukan yang mencurigakan. Amati dari jarak aman dan persiapkan langkah pengusiran yang aman jika diperlukan, atau hubungi profesional untuk penanganan lebih lanjut.
4. Kotoran Ular yang Khas
Penemuan kotoran berbentuk lonjong dengan ujung runcing, seringkali masih basah, dan kadang disertai bercak putih (asam urat) atau sisa tulang/bulu mangsa merupakan indikasi kuat. Kotoran ini berbeda dengan kotoran hewan pengerat lainnya. Perhatikan ukurannya yang bervariasi tergantung jenis ular.
Keberadaan kotoran ini menunjukkan aktivitas pencernaan dan kehadiran ular yang cukup lama di area tersebut. Lokasi kotoran bisa menjadi petunjuk dekatnya sarang ular atau jalur pergerakannya. Ini menandakan ular telah makan dan mencerna mangsanya di sekitar area tersebut.
Bersihkan kotoran dengan hati-hati menggunakan pelindung seperti sarung tangan, dan jadikan sebagai petunjuk area yang perlu diawasi lebih lanjut. Jangan biarkan kotoran menumpuk karena dapat menarik hama lain.
5. Bau Apek atau Seperti Mentimun Busuk
Tercium bau menyengat tak biasa, seperti bau apek atau mentimun busuk, di area tertentu seperti gudang, loteng, atau sudut pekarangan. Bau ini disebabkan oleh kelenjar musk ular yang dilepaskan saat merasa terancam atau menandai wilayah. Bau ini seringkali tercium di tempat yang tertutup dan minim sirkulasi udara.
Bau ini bisa menjadi indikasi bahwa ular merasa terganggu, sedang menandai wilayahnya, atau ada banyak kotoran ular di satu titik. Bau yang kuat adalah ciri-ciri ada ular sawah di pekarangan rumah yang bersifat sensorik dan memerlukan perhatian segera.
Cari sumber bau dengan hati-hati dan tanpa mendekat terlalu dekat. Bau yang kuat bisa menunjukkan keberadaan ular yang aktif di area tersebut, sehingga Anda perlu meningkatkan kewaspadaan.
6. Suara Desisan, Gesekan, atau Ketukan
Terdengar suara mendesis halus, gesekan seperti tubuh ular pada kayu atau plastik, atau ketukan di balik dinding, plafon, atau kolong rumah, terutama pada malam hari. Ular dikenal sebagai hewan yang lebih aktif di malam hari. Suara-suara ini seringkali menjadi petunjuk utama keberadaan mereka di tempat tersembunyi.
Suara-suara ini menandakan bahwa ular sedang bergerak, merasa terancam, atau mungkin terjebak di suatu ruang tersembunyi. Jika Anda mendengar suara-suara aneh ini, jangan abaikan. Suara gesekan di tumpukan kardus atau barang bekas juga bisa menjadi indikasi.
Dengarkan dengan saksama untuk mengidentifikasi lokasi sumber suara. Jangan langsung mendekat atau mencoba mencari tahu dengan tangan kosong, karena bisa memicu reaksi defensif dari ular.
7. Populasi Tikus atau Hewan Kecil yang Menurun Drastis
Tiba-tiba jarang melihat tikus, katak, cicak, atau burung kecil di sekitar rumah yang biasanya banyak berkeliaran. Penurunan populasi mangsa ini bisa menjadi sinyal adanya predator baru di lingkungan Anda. Ular sawah adalah predator alami bagi hewan-hewan kecil ini.
Penurunan drastis populasi mangsa ini kemungkinan besar disebabkan oleh kehadiran predator puncak baru, yaitu ular, yang memangsa mereka. Ular mencari sumber makanan, dan jika populasi tikus berkurang, bisa jadi ular sudah memangsa mereka.
Waspadai tanda-tanda lain yang menyertai. Pengurangan mangsa alami adalah salah satu ciri-ciri ada ular sawah di pekarangan rumah yang tidak langsung, namun sangat relevan untuk diperhatikan.
8. Hewan Peliharaan yang Gelisah atau Agresif
Kucing atau anjing peliharaan tiba-tiba bersikap waspada, mengendus terus-menerus, menggaruk dinding atau lantai, atau menggonggong/gusar di area tertentu tanpa alasan yang jelas. Hewan peliharaan memiliki indera penciuman dan pendengaran yang lebih tajam dibandingkan manusia.
Indera hewan peliharaan seringkali lebih tajam dalam mendeteksi keberadaan ular atau hewan lain yang tidak terlihat oleh manusia. Mereka dapat merasakan kehadiran ular bahkan sebelum Anda menyadarinya. Perilaku aneh hewan peliharaan bisa menjadi peringatan dini.
Perhatikan area yang menjadi fokus hewan peliharaan Anda. Jauhkan mereka dari area tersebut untuk menghindari konfrontasi yang tidak diinginkan, karena hewan peliharaan bisa terluka jika mencoba menyerang ular.
9. Ditemukannya Sisa-Sisa Mangsa
Menemukan tulang-belulang tikus, bulu unggas, atau bangkai hewan kecil lainnya di tempat yang tidak biasa atau tersembunyi. Sisa-sisa ini seringkali ditemukan di sudut-sudut yang gelap atau di bawah tumpukan barang. Ini menunjukkan adanya aktivitas berburu di area tersebut.
Ini bisa jadi adalah sisa makanan ular yang dibawa ke tempat persembunyiannya untuk dimakan. Ular seringkali membawa mangsanya ke tempat yang aman sebelum mencernanya. Penemuan sisa mangsa ini adalah bukti nyata keberadaan predator.
Bersihkan sisa mangsa dan perketat pengawasan di sekitarnya. Kehadiran sisa mangsa mengindikasikan bahwa ular telah berburu di area tersebut dan kemungkinan masih berada di dekatnya.
10. Adanya Akses/Celah Masuk yang Terbuka
Adanya retakan di dinding, celah di bawah pintu, lubang ventilasi tanpa penutup, saluran air terbuka, atau atap yang rusak. Ular bisa masuk rumah lewat celah sekecil apa pun. Retakan dinding, lubang di lantai, atau saluran air terbuka adalah jalur favorit mereka.
Ini bukan tanda kehadiran ular secara langsung, tetapi merupakan faktor risiko tinggi yang memungkinkan ular masuk ke dalam rumah. Menemukan celah seperti ini menjelaskan mengapa ciri-ciri ada ular sawah di pekarangan rumah lainnya mulai muncul. Ular mencari tempat berlindung yang aman.
Segera tutup semua celah potensial dengan bahan yang kokoh seperti semen, kawat kasa, atau penutup yang rapat untuk mencegah ular masuk. Pencegahan ini sangat penting untuk menjaga keamanan hunian Anda dari invasi ular.
Mengenali ciri-ciri ada ular sawah di pekarangan rumah adalah langkah pertama yang terpenting untuk menjaga keselamatan keluarga Anda. Pencegahan melalui kebersihan lingkungan dan penutupan celah-celah masuk jauh lebih efektif daripada upaya pengusiran setelah ular masuk. Selalu berhati-hati, jangan mencoba menjadi pahlawan dengan menangkap ular sendiri, dan segera hubungi tenaga profesional seperti pemadam kebakaran atau pawang ular jika Anda menemukan ular di rumah.
Pendekatan bijak serta pemahaman dasar mengenai perilaku ular menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan saat beraktivitas di lingkungan persawahan. Ular sawah sering masuk rumah karena mencari tempat aman, lembap, dan sumber makanan seperti tikus, katak, atau cicak yang banyak tersedia di area tersebut, terutama jika habitat aslinya terganggu. Dengan kewaspadaan dan tindakan bijak, kita dapat hidup harmonis dengan alam sekitar.
FAQ
Q: Jenis ular sawah apa yang paling sering masuk ke pekarangan rumah?
A: Jenis yang paling umum adalah Ular Tikus dan Ular Jali, karena mereka tertarik mencari tikus sebagai mangsa. Namun, waspadai juga Ular Weling, Ular Kobra Jawa, Ular Tanah, dan Ular Ekor Merah di area tertentu.
Q: Apa yang harus saya lakukan jika menemukan salah satu ciri-ciri ada ular sawah di pekarangan rumah?
A: Jangan panik. Amati dari jarak aman, bersihkan lingkungan, tutup celah, dan kendalikan populasi tikus. Jika melihat ular, jangan coba menangkapnya sendiri, segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau pawang ular profesional.
Q: Mengapa ular sawah tertarik masuk ke pekarangan rumah?
A: Ular masuk rumah untuk mencari sumber makanan (tikus, katak), mencari tempat berlindung yang aman dari predator atau cuaca ekstrem, dan karena habitat aslinya berdekatan dengan pemukiman.
Q: Bagaimana cara mencegah ular sawah masuk sejak dini?
A: Jaga kebersihan pekarangan, tutup rapat semua celah atau lubang di rumah, pasang lampu penerangan di area gelap, kendalikan populasi tikus, dan simpan pakan hewan dalam wadah tertutup.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470634/original/047052500_1768212369-tanaman_akuaponik__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458183/original/082517500_1767073354-ide__healing_spot__di_teras_kecil__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470586/original/004864400_1768211459-rambut_bob_33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470533/original/040786300_1768209842-kandang_ayam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338481/original/061373500_1756972138-pexels-andreaedavis-23719547.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470477/original/076893900_1768206743-Ikan_Aquaponik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470053/original/096964300_1768196338-Gemini_Generated_Image_g5zm7hg5zm7hg5zm.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465564/original/037089600_1767771007-Gemini_Generated_Image_j3lfruj3lfruj3lf.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470416/original/052730500_1768204892-Menanam_Kangkung_Air.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470495/original/075490200_1768207970-Pergola.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470693/original/010766800_1768215858-unnamed__55_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470382/original/066990700_1768204663-Gaya_Industrial_dengan_Pipa_Ekspos__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470620/original/005560700_1768212080-Sepatu_running_yang_rusak_karena_salah_mencuci.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470353/original/049340000_1768203208-rice_cooker_anak_kos__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467912/original/049910400_1767935034-Gemini_Generated_Image_pgd2l7pgd2l7pgd2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470351/original/038678100_1768203199-Cara_Memanfaatkan_Kardus_Bekas_untuk_Berkebun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470340/original/068326200_1768203031-Ide_Jualan_Es_Murah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470300/original/048386800_1768202185-Menanam_Cabai_di_Pot_Tempel_Geometris_pada_Dinding_Pagar__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)