10 Cara Mengatasi Kamar Lembap dan Bau di Rumah agar Selalu Segar, Ampuh dan Mudah

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kamar lembap dan bau adalah masalah umum yang sering dihadapi banyak orang, terutama di daerah beriklim tropis atau pada ruangan dengan sirkulasi udara yang kurang memadai. Kondisi ini tidak hanya menciptakan suasana yang tidak nyaman, tetapi juga menjadi pemicu utama tumbuhnya jamur dan bakteri. Organisme ini kemudian melepaskan senyawa yang menyebabkan bau apek, musty, atau bahkan busuk yang mengganggu.

Bau musty seringkali menjadi tanda bahaya adanya kelembapan berlebih atau pertumbuhan jamur, yang dapat mengancam kesehatan penghuni rumah dan integritas struktural bangunan. Menurut EPA, orang Amerika menghabiskan sekitar 90% waktu mereka di dalam ruangan, di mana polutan—termasuk spora jamur—bisa 2–5 kali lebih tinggi daripada di luar ruangan. Hal ini menjadikan kualitas udara dalam ruangan sebagai masalah kesehatan utama yang perlu diperhatikan.

Artikel ini akan merangkum berbagai solusi praktis, mulai dari penggunaan bahan alami yang mudah ditemukan hingga pemanfaatan alat modern, untuk membantu Anda mengatasi kamar lembap dan bau secara efektif. Dengan menerapkan tips ini, Anda dapat menciptakan lingkungan rumah yang lebih segar, sehat, dan bebas dari bau tidak sedap. Jadi simak tips selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (13/1/2026).

Tingkatkan Sirkulasi Udara dengan Ventilasi yang Baik

Sirkulasi udara yang buruk merupakan salah satu penyebab utama ruangan menjadi lembap dan berbau tidak sedap. Udara yang tidak bergerak bebas akan memerangkap uap air, menyebabkan dinding terasa dingin, bau pengap, dan memicu pertumbuhan jamur. Oleh karena itu, meningkatkan ventilasi adalah langkah pertama yang krusial dalam cara mengatasi kamar lembap dan bau.

Membuka jendela dan pintu secara rutin setiap pagi minimal 30 menit sangat dianjurkan. Tindakan sederhana ini memungkinkan sirkulasi udara bergerak bebas di dalam ruangan, mengurangi uap air berlebih yang terperangkap. Ini adalah cara termudah, termurah, dan paling mudah diakses untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan secara signifikan.

Selain itu, pemasangan exhaust fan atau kipas angin dapat membantu pertukaran udara, terutama di area yang cenderung lembap seperti kamar mandi dan dapur. Menjalankan exhaust fan selama dan setelah penggunaan dapat secara efektif menghilangkan kelembapan. Penggunaan kipas langit-langit (ceiling fan) juga membantu menggerakkan udara stagnan, yang penting untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bau apek.

Gunakan Penyerap Kelembapan Alami

Beberapa bahan alami memiliki kemampuan luar biasa untuk menyerap kelembapan dan menetralisir bau tanpa menggunakan bahan kimia keras. Pemanfaatan penyerap kelembapan alami ini menjadi salah satu cara mengatasi kamar lembap dan bau yang ramah lingkungan dan ekonomis.

Anda bisa meletakkan mangkuk berisi baking soda di sudut kamar atau lemari. Baking soda sangat efektif untuk menghilangkan bau. Anda dapat menaburkannya di sekeliling ruangan, membiarkannya selama beberapa jam atau semalaman, lalu membersihkannya dengan vacuum cleaner. Untuk lemari yang pengap, letakkan mangkuk atau sachet baking soda di sudutnya untuk hasil optimal.

Cuka putih dalam mangkuk terbuka juga dapat menetralisir bau sekaligus menyerap kelembapan. Cuka mampu memecah molekul bau di udara dan pada permukaan. Banyak orang bahkan menggunakan mangkuk cuka untuk menyerap bau rokok di dalam rumah. Selain itu, aktivasi arang (activated charcoal) sangat efektif menyerap bau dan kelembapan berlebih karena sifatnya yang sangat berpori. Banyak produk penghilang bau, termasuk pasir kucing, dilengkapi dengan filter arang aktif untuk tujuan ini.

Manfaatkan Dehumidifier (Penurun Kelembapan)

Dehumidifier adalah alat yang dirancang khusus untuk mengurangi tingkat kelembapan di udara, menjadikannya solusi yang sangat efektif untuk kamar lembap dan bau. Alat ini bekerja dengan menyedot uap air berlebih di udara dan mengubahnya menjadi air yang tertampung dalam wadah.

Pilihlah dehumidifier sesuai ukuran kamar Anda untuk efektivitas maksimal. Sebagai contoh, Kris 0.3 Ltr Dehumidifier 34 Watt mampu mengurangi kelembapan udara hingga 300 ml per hari, cocok untuk kamar tidur atau ruang kerja kecil. Untuk area yang lebih luas seperti ruang keluarga hingga 80 m², Sync by Krisbow 50 Ltr Smart Dehumidifier dapat menyerap hingga 50 liter uap air per hari, menjadikannya pilihan ideal untuk area yang lebih besar.

Penting untuk mengatur kelembapan ideal antara 30–50% untuk mencegah pertumbuhan jamur. Menjaga kelembapan dalam ruangan di bawah 50% sangat krusial dalam upaya cara mengatasi kamar lembap dan bau. Jangan lupa untuk mengosongkan tangki air secara berkala, meskipun beberapa model modern dilengkapi selang pembuangan air sehingga tidak perlu sering mengosongkan tangki secara manual.

Rutin Bersihkan Permukaan Lembap dan Berjamur

Jamur tumbuh subur di lingkungan yang lembap, dan membersihkan permukaannya secara rutin adalah langkah krusial untuk mengatasi bau apek. Keberadaan jamur tidak hanya menyebabkan bau, tetapi juga dapat merusak estetika dan kesehatan penghuni.

Untuk noda jamur kecil, Anda bisa membersihkannya dengan deterjen pencuci piring dan air hangat, lalu mengeringkan area tersebut sepenuhnya. Untuk disinfeksi yang lebih kuat, campurkan ¾ cangkir pemutih dengan 1 galon air, oleskan ke area berjamur, biarkan selama 5 menit, bilas dengan air hangat, dan keringkan secara menyeluruh. Campuran cuka atau cairan pemutih encer ini sangat efektif untuk membersihkan jamur di dinding dan permukaan lainnya.

Kamar mandi cenderung lebih lembap daripada area lain di rumah karena penggunaan shower yang konsisten, sehingga penting untuk memantau tingkat kelembapan di sana. Lap permukaan kamar mandi, jendela, dan kusen setelah digunakan untuk mencegah penumpukan kelembapan. Jika jamur sudah menyebar luas, pertimbangkan untuk menggunakan produk pembersih khusus antijamur yang tersedia di pasaran.

Jemur Perlengkapan Kamar secara Berkala

Permukaan lembut seperti kain dan furnitur dapat menyerap bau dan kelembapan, menjadi sarang bagi bakteri dan jamur. Menumpuk barang lembap di kamar dapat memperburuk masalah kelembapan dan bau, sehingga penjemuran berkala adalah cara mengatasi kamar lembap dan bau yang efektif.

Jemur kasur, bantal, guling, dan selimut di bawah sinar matahari secara rutin. Barang-barang yang terlalu menumpuk di sudut ruangan membuat udara sulit bergerak bebas, menyebabkan udara lembap terperangkap dan memicu bau apek. Menjemur barang-barang ini dapat membantu menjaga udara tetap kering dan bersih.

Cuci gorden, sprei, dan sarung bantal minimal 2 minggu sekali. Permukaan lembut seperti sprei, karpet, penutup jendela, bantal, dan pakaian menyerap bakteri, ketombe, rambut, debu, kotoran, dan molekul penyebab bau. Mencuci sprei secara teratur mencegah bau keringat dan minyak menumpuk, menjaga kesegaran kamar Anda.

Gunakan Tanaman Pembersih Udara Alami

Beberapa jenis tanaman hias tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga memiliki kemampuan alami untuk membersihkan udara dan menyerap kelembapan. Pemanfaatan tanaman ini merupakan cara mengatasi kamar lembap dan bau yang sekaligus menambah estetika ruangan.

Tanaman seperti lidah mertua (Sansevieria), peace lily, atau lidah buaya dikenal membantu menyerap polutan dan kelembapan dari udara. Tanaman hias seperti lidah buaya, lidah mertua, bambu rezeki, dan jenis sukulen lainnya dapat menetralisir dan membersihkan udara secara alami, menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Pilihlah tanaman hias yang tidak membutuhkan sinar matahari langsung dan dapat hidup di area yang lembap dan hangat. Penting untuk memastikan tanaman tidak disiram berlebihan agar tidak menambah kelembapan di dalam ruangan. Penempatan yang tepat dan perawatan yang sesuai akan memaksimalkan manfaat tanaman ini.

Periksa dan Perbaiki Kebocoran

Kebocoran air, sekecil apa pun, dapat menjadi sumber utama kelembapan dan bau apek yang persisten. Mengidentifikasi dan memperbaiki kebocoran adalah langkah fundamental dalam cara mengatasi kamar lembap dan bau yang efektif.

Lakukan pemeriksaan rutin pada atap, pipa, atau AC yang mungkin bocor dan menyebabkan rembesan. Kebocoran kecil pada atap atau pipa seringkali tidak disadari sampai muncul bercak hitam di tembok. Tumpukan air dari rembesan atap atau pipa membuat kelembapan meningkat drastis, menciptakan kondisi ideal bagi jamur.

Perbaiki segera kebocoran yang ditemukan untuk mencegah kerusakan struktural dan pertumbuhan jamur lebih lanjut. Rembesan kecil yang dibiarkan terlalu lama akan memperburuk kondisi ruangan dan membuat jamur makin mudah tumbuh. Pastikan juga saluran air di sekitar rumah tidak tergenang, karena talang air yang tersumbat atau kemiringan tanah yang buruk dapat mendorong air masuk ke dinding atau fondasi rumah Anda.

Gunakan Diffuser atau Essential Oil untuk Aroma Segar

Setelah sumber bau diatasi, penggunaan diffuser dengan essential oil dapat membantu menciptakan aroma yang lebih segar dan menyenangkan di dalam kamar. Ini adalah langkah pelengkap yang efektif dalam cara mengatasi kamar lembap dan bau.

Essential oil seperti tea tree oil, lavender, atau eucalyptus memiliki sifat antijamur dan menyegarkan. Tea tree oil dan eucalyptus, khususnya, dikenal sebagai antijamur alami. Anda dapat menggunakan essential oil ini dengan diffuser atau menambahkannya ke air pel atau botol semprot untuk menyebarkan aroma segar.

Namun, penting untuk diingat agar menghindari pengharum ruangan kimia yang hanya menutupi bau, tidak menyelesaikan masalah. Menyemprotkan pengharum ruangan atau menyalakan lilin tidak akan menghilangkan masalah bau secara permanen. Ini hanya akan menjadi pertarungan dua bau yang tidak efektif dalam jangka panjang.

Pasang Air Purifier dengan Filter HEPA

Air purifier adalah alat yang efektif untuk membersihkan udara dari partikel-partikel penyebab bau dan alergen. Pemasangan air purifier menjadi solusi modern yang sangat membantu dalam cara mengatasi kamar lembap dan bau, terutama bagi penderita alergi.

Air purifier bekerja dengan menyaring spora jamur, debu, dan partikel penyebab bau dari udara. Alat ini menyedot udara yang beredar di rumah Anda, membersihkannya melalui sistem filter, lalu mengeluarkan udara segar dan bersih. Ini sangat membantu dalam menjaga kualitas udara dalam ruangan.

Pilihlah air purifier yang dilengkapi filter HEPA dan karbon aktif untuk hasil maksimal. Filter HEPA dapat membantu menyaring debu dan alergen, sementara karbon aktif efektif menyerap bau. Air purifier tidak hanya mengedarkan udara tetapi juga menghilangkan spora jamur, serbuk sari, dan hal-hal lain dari udara, serta membersihkan udara, sehingga sangat cocok untuk kamar dengan alergi atau asma.

Bersihkan Karpet dan Furnitur secara Berkala

Karpet dan furnitur berlapis kain dapat menjadi tempat berkumpulnya debu, kotoran, dan kelembapan, yang semuanya berkontribusi pada bau apek. Pembersihan rutin area ini adalah bagian penting dari cara mengatasi kamar lembap dan bau.

Karpet dan sofa bisa menjadi sarang jamur dan bau jika tidak dirawat dengan baik. Permukaan lembut ini adalah penyebab utama bau di rumah Anda karena menyerap berbagai partikel. Debu mengandung partikel penyebab bau, ketombe, rambut, sel kulit mati, dan kotoran, yang seiring waktu dapat membuat rumah Anda berbau pengap.

Gunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA secara rutin untuk membersihkan karpet dan furnitur. Vacuum cleaner berkualitas baik dengan filter HEPA dapat membantu meningkatkan kualitas udara dalam ruangan secara signifikan. Jika bau membandel dan tidak hilang setelah upaya pembersihan mandiri, mungkin ada jamur tersembunyi di dalam dinding atau insulasi. Dalam kasus seperti ini, sebaiknya serahkan pekerjaan pembersihan kepada profesional.

FAQ

Q: Apa penyebab utama kamar lembap dan bau?

A: Penyebab utama kamar lembap dan bau adalah kelembapan tinggi, sirkulasi udara buruk, kebocoran air, aktivitas sehari-hari seperti mandi, dan tumbuhnya jamur atau bakteri. Sirkulasi udara yang tidak lancar membuat uap air terperangkap, menyebabkan dinding terasa dingin, bau pengap, hingga jamur di area tersembunyi.

Q: Bagaimana cara mengetahui kelembapan kamar terlalu tinggi?

A: Anda dapat menggunakan hygrometer untuk mengukur tingkat kelembapan, di mana angka di atas 60% menunjukkan kamar lembap. Tanda-tanda lain termasuk dinding yang terasa basah, munculnya jamur, bau apek atau musty yang menyengat, atau kain yang terasa lembap.

Q: Apakah AC bisa mengurangi kelembapan?

A: Ya, AC berfungsi mendinginkan sekaligus mengurangi kelembapan udara. Banyak AC modern dilengkapi fitur sterilisasi untuk membersihkan diri dan udara dari polusi, kuman, dan bakteri. Namun, pastikan AC dalam kondisi bersih dan filter diganti rutin, karena AC yang tidak terawat justru bisa menjadi sumber bau tidak sedap.

Q: Kapan harus menggunakan dehumidifier?

A: Anda harus menggunakan dehumidifier saat kelembapan di ruangan secara konsisten berada di atas 60%, ada bau musty yang menyengat, atau muncul jamur di dinding atau plafon. Dehumidifier sangat cocok untuk kamar mandi, basement, atau kamar tanpa jendela yang cenderung lembap.

Q: Kapan harus menghubungi profesional untuk masalah kamar lembap dan bau?

A: Anda harus menghubungi profesional jika jamur sudah menyebar luas (lebih dari 1 meter persegi), bau tidak hilang setelah upaya perbaikan mandiri, atau ada dugaan kerusakan struktural yang lebih serius seperti kebocoran atap atau pipa yang tidak terlihat. Profesional juga direkomendasikan jika bau musty memicu alergi atau asma pada anggota keluarga.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |