8 Model Desain Halaman Belakang Rumah Kecil dengan Pot Gantung Sayur dan Tanaman Rempah, Sederhana Tapi Asri

4 weeks ago 17

Liputan6.com, Jakarta Halaman belakang rumah sering kali memiliki ukuran yang terbatas dan masih memiliki potensi untuk diubah menjadi area fungsional yang menarik. Dengan memanfaatkan pot gantung untuk menanam sayur dan tanaman rempah, Anda dapat menciptakan ruang hijau yang mempercantik lingkungan, termasuk sebagai penyedia sumber pangan segar. Konsep ini mendukung gaya hidup berkelanjutan dan memberikan nuansa alami yang menyegarkan.

Perubahan halaman belakang kecil menjadi kebun mini produktif sebenarnya memang memerlukan perencanaan desain yang matang. Namun, berbagai model desain dapat diterapkan untuk memaksimalkan setiap sudut, juga memastikan sirkulasi udara serta paparan sinar matahari optimal bagi kebutuhan nutrisinya. Dengan pendekatan tersebut, pemilik rumah bisa menikmati hasil panen sendiri sambil menciptakan ruang relaksasi yang nyaman.

Jika saat ini, Anda, memiliki rencana untuk membuat desain halaman belakang rumah kecil dengan pot gantung sayur dan tanaman rempah, sekiranya 8 referensi dari Liputan6 berikut bisa menjadi jawaban untuk merealisasikannya. Simak selengkapnya, dirangkum, Kamis (30/10).

Promosi 1

1. Taman Vertikal Dinding Hijau

Model taman vertikal dinding hijau memanfaatkan bidang vertikal seperti dinding atau pagar sebagai media tanam utama. Konsep desain halaman belakang ini memungkinkan penanaman berbagai jenis tanaman secara vertikal, memaksimalkan ruang hijau tanpa mengorbankan area lantai yang tersedia. Dinding hijau dapat dibuat menggunakan panel saku kain, rak bertingkat, atau sistem modular dengan pot yang dapat ditumpuk.

Pemasangan dinding hijau relatif mudah dan memberikan efek visual yang dramatis pada halaman belakang. Penting untuk memastikan pemilihan dinding yang terkena sinar matahari sesuai dengan kebutuhan spesifik tanaman yang akan ditanam, guna menjamin pertumbuhan optimal. Selain itu, konsep taman vertikal tidak hanya menghadirkan tampilan estetis, tetapi juga memberikan manfaat fungsional berupa efisiensi ruang.

Taman vertikal juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas udara di sekitar, serta memberikan privasi bagi penghuninya. Berbagai jenis sayuran berdaun seperti selada, bayam, dan kangkung, serta herba seperti mint, basil, dan peterseli, sangat cocok untuk ditanam secara vertikal. Beberapa varietas stroberi dan tomat ceri juga dapat berkembang dengan baik dalam sistem ini.

2. Rak Bertingkat dengan Pot Gantung

Rak bertingkat, baik yang terbuat dari kayu maupun besi, dapat dimanfaatkan untuk menata pot-pot tanaman secara vertikal, memaksimalkan ruang secara efisien untuk desain halaman belakang rumah kecil. Konsep ini sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan ukuran halaman, memungkinkan penataan ulang, pemindahan, serta kemampuannya menampung banyak tanaman dalam area yang terbatas. Disarankan untuk memilih rak dengan material yang tahan cuaca, seperti kayu jati atau besi galvanis, untuk memastikan ketahanan jangka panjang.

Pengaturan jarak antar rak juga krusial agar setiap tanaman mendapatkan paparan cahaya matahari yang cukup. Berbagai jenis tanaman dapat tumbuh subur di rak bertingkat, termasuk stroberi, selada, dan rempah-rempah yang sering digunakan di dapur. Model pot gantung dengan pengait memudahkan proses perawatan, pemindahan, dan penggantian media tanam, sehingga komposisi kebun dapat diubah sesuai keinginan.

Rak bertingkat juga dapat digunakan untuk menciptakan dimensi dan memudahkan penyiraman. Pastikan pot memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang, serta pangkas tanaman secara rutin agar tetap rapi dan tidak terlalu berat di pot gantung.

3. Sistem Modular Vertikal (Pot Penumpuk)

Sistem modular vertikal menawarkan solusi modern untuk taman vertikal di rumah perkotaan. Metode ini menggunakan pot-pot yang didesain khusus agar dapat ditumpuk secara vertikal, membentuk menara tanaman yang efisien. Desain desain halaman belakang ini sangat cocok untuk menciptakan tampilan yang rapi dan terstruktur.

Jenis tanaman yang ideal untuk sistem pot penumpuk meliputi herba, sayuran daun seperti selada atau bayam, dan bunga-bungaan kecil yang tidak memerlukan ruang akar terlalu dalam. Pot-pot ini seringkali dilengkapi dengan sistem drainase terintegrasi, memudahkan perawatan dan menjaga kesehatan tanaman. Sistem modular dipilih karena dapat lebih mudah untuk dibuat, dimodifikasi, diganti, atau ditukar secara mandiri dengan modul lain atau antar sistem yang berbeda.

Tujuan proyek desain ini adalah menghasilkan sistem taman vertikal modular yang menawarkan kemudahan penggunaan untuk membantu penghijauan lingkungan perkotaan. Konsep modularitas sangat cocok untuk hidroponik di lahan sempit karena memungkinkan penyesuaian, perluasan, dan penataan ulang sesuai kebutuhan dan ketersediaan ruang.

4. Taman Vertikal dari Palet Kayu Daur Ulang

Bagi Anda yang menyukai sentuhan rustic dan ramah lingkungan, taman vertikal dari palet kayu daur ulang adalah pilihan menarik. Konsep ini memanfaatkan palet kayu bekas yang diolah kembali, biasanya dengan membalik dan menambahkan lapisan karpet kokoh atau geotextile sebagai media tanam. Palet kayu bekas adalah solusi hemat biaya dan ramah lingkungan untuk membuat taman vertikal.

Palet ini bisa dipasang di dinding atau pagar, kemudian diisi dengan pot tanaman kecil atau kantong tanah untuk menanam berbagai jenis tanaman. Kombinasi antara kayu alami dan hijauan memberikan tampilan rustic yang cocok untuk hunian dengan gaya minimalis atau industrial. Tanaman yang cocok untuk ditanam pada palet kayu meliputi sukulen, berbagai jenis herba, dan tanaman penutup tanah yang memiliki bobot ringan.

Desain halaman belakang ini juga dapat dibuat dengan berbagai metode, seperti sistem modular, pot gantung bertingkat, rak besi minimalis, atau bahkan menggunakan palet kayu daur ulang. Dengan sedikit kreativitas, palet kayu dapat diubah menjadi struktur penopang yang fungsional dan estetis untuk pot gantung sayur dan rempah.

5. Kebun Gantung (Hanging Garden)

Kebun gantung adalah cara inovatif yang memanfaatkan ruang vertikal dengan menggantung pot-pot tanaman, sehingga menciptakan suasana alami yang menawan sekaligus menghemat ruang secara efisien. Model ini sangat cocok untuk halaman belakang rumah yang berukuran kecil atau teras yang sempit, karena tidak memerlukan area datar yang luas untuk dapat berfungsi dengan baik. Desain kebun gantung yang fleksibel memberikan kebebasan untuk berkreasi dalam memperindah tampilan hunian.

Untuk mewujudkannya, pot kecil dapat digantung di pagar, balkon, atau teras rumah. Menggunakan pot kecil atau botol bekas yang telah dimodifikasi dan digantung dengan kawat atau tali yang kuat adalah metode yang ekonomis dan kreatif. Beberapa jenis tanaman yang sangat cocok untuk kebun gantung mencakup stroberi mini, tomat ceri, daun bawang, daun mint, kemangi, dan selada.

Manfaat utama dari kebun gantung adalah sebagai solusi hemat tempat, mempercantik tampilan hunian, mempermudah proses penyiraman serta pemeliharaan, serta memberikan keleluasaan untuk mengganti jenis tanaman atau mengatur ulang tampilan kebun sesuai dengan selera. Selain itu, menanam sayuran di pot gantung juga memberikan kemudahan dalam perawatan dan pengelolaan tanaman.

6. Hidroponik Gantung Skala Kecil

Hidroponik merupakan metode penanaman yang tidak memerlukan tanah, melainkan menggunakan larutan nutrisi yang kaya mineral dalam air. Metode ini menjadi pilihan modern yang efisien untuk berkebun, terutama di area terbatas. Dengan sistem ini, tanaman dapat tumbuh lebih cepat dan penggunaan air pun lebih hemat dibandingkan dengan pertanian tradisional.

Terdapat berbagai jenis sistem hidroponik skala kecil yang mudah untuk diterapkan di rumah, seperti Nutrient Film Technique (NFT), Deep Water Culture (DWC), dan Wick System. Sistem Wick sangat ideal untuk kebutuhan pribadi dan pot tunggal, sedangkan Sistem Nursery Tray adalah yang paling sederhana, karena hanya memerlukan baki pembibitan dan wadah untuk nutrisi. Pot gantung dapat menjadi solusi kreatif untuk menanam sayuran seperti cabai atau tomat ceri, memberikan tampilan unik sekaligus hemat ruang.

Instalasi hidroponik gantung dapat dipasang di area dinding kosong di halaman, pagar, atau tembok belakang rumah. Dengan memanfaatkan ruang yang tidak terpakai, Anda bisa menciptakan taman produktif tanpa mengorbankan area lantai. Desain gantung juga memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik di sekitar tanaman, yang dapat mendukung pertumbuhan optimal.

7. Taman Gantung Pipa PVC

Pemanfaatan pipa PVC bekas dapat menjadi cara yang unik dan kreatif untuk menampilkan berbagai koleksi tanaman. Desain taman vertikal memanfaatkan pipa bekas dapat menjadi cara yang unik dan kreatif untuk menampilkan berbagai koleksi tanaman hias. Pipa ini disusun sesuai bentuk tertentu untuk mengalirkan air nutrisi ke akar-akar tanaman.

Kemudian, buat beberapa lubang untuk media tanamnya. Di bagian dalam pipa, isi dengan air sebagai bagian dari irigasinya. Selain menata sistem hidroponik secara horizontal, bambu juga bisa dimanfaatkan untuk membentuk sistem hidroponik secara vertikal.

Manfaatkan buku-buku bambu untuk membuat lubang-lubang. Lubang ini akan dijadikan media tanam yang cocok untuk rumah sempit. Desain ini tidak hanya fungsional tetapi juga menambah nilai estetika pada hunian.

8. Kombinasi Pot Gantung dan Rak Dinding

Kombinasi pot gantung dan rak dinding menawarkan fleksibilitas desain yang tinggi untuk halaman belakang kecil. Rak dinding dapat digunakan untuk menempatkan pot-pot tanaman secara teratur, sementara pot gantung dapat mengisi ruang kosong di antara rak atau di area lain yang memungkinkan. Area dinding bisa menjadi solusi untuk menghias desain taman ukuran kecil tanpa membuatnya terlihat sempit.

Pilihlah rak besi agar kuat menahan pot bunga yang berat. Agar sedap dipandang, susunlah pot bunga sesuai dengan ukuran tanaman, ukuran daun, hingga ukuran pot itu sendiri. Rak susun atau rak gantung dapat digunakan untuk menyimpan tanaman pot atau barang-barang kecil lainnya, sekaligus menambah nilai estetika teras.

Desain dengan rak gantung vertikal atau tiang gantung minimalis adalah yang paling praktis. Keduanya memanfaatkan ruang vertikal sepenuhnya dan mudah diatur. Kombinasi ini memungkinkan penanaman berbagai jenis sayuran dan rempah, menciptakan tampilan yang berlapis dan dinamis.

People Also Ask

Q: Tanaman sayur apa yang cocok untuk ditanam di pot gantung?

A: Beberapa sayuran yang cocok untuk ditanam di pot gantung adalah selada, bayam, cabai, terong, dan buncis.

Q: Bagaimana cara memilih pot gantung yang tepat?

A: Pilihlah pot yang cukup besar untuk menampung tanaman yang ingin Anda tanam dan memiliki lubang drainase.

Q: Apa manfaat utama dari taman vertikal di halaman belakang kecil?

A: Manfaat utama dari kebun vertikal adalah kemampuannya untuk menghemat ruang, meningkatkan kualitas udara, dan memberikan privasi.

Q: Bisakah saya menanam tanaman rempah di pot gantung?

A: Ya, banyak tanaman rempah seperti mint, basil, dan peterseli cocok untuk ditanam di pot gantung.

Q: Bagaimana cara membuat halaman belakang kecil terasa lebih luas?

A: Manfaatkan ruang vertikal dengan taman dinding dan pilih furnitur sederhana untuk menciptakan kesan lapang.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |